Pos Lekat

Ada Veranda di Beranda Istana?

Oleh Jafar Fakhrurozi Pada judul halaman sebuah tayangan televisi swasta nasional tertulis kalimat “WAKIL PRESIDEN MA’RUF AMIN TIBA DI VERANDA BARAT ISTANA MERDEKA”. Dalam kalimat tersebut, terdapat kata veranda. Awalnya saya mengira, bahwa penggunaan kata veranda hanyalah kesalahan redaksional atau saltik dari kata beranda. Tak hanya heran, saya pun tiba-tiba geram bin kesal karena tayangan yang merupakan liputan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik … Lanjutkan membaca Ada Veranda di Beranda Istana?

Pos Lekat

Jatah Presiden

Oleh Jafar Fakhrurozi “Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo.”Sepenggal kalimat dalam pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disampaikan pada kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Perindo Senin, 7/11/2022 lalu cukup membuat heboh. Ada satu kata di dalam kalimat yang perlu digarisbawahi, yakni kata “jatah”. Kata jatah melahirkan sebuah diskursus politik yang menarik untuk ditelisik. Secara leksikal, kata jatah dapat dimaknai sebagai sesuatu yang telah ditentukan. … Lanjutkan membaca Jatah Presiden

Pos Lekat

Aplikasi

oleh Jafar Fakhrurozi Dalam ilmu linguistik terdapat satu konsep makna bahasa (semantik) yang disebut sebagai Polisemi. Polisemi adalah bentuk bahasa (kata, frasa, dsb) yang memiliki makna lebih dari satu. Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal banyak bahasa yang termasuk ke dalam polisemi. Polisemi ini bukan penyimpangan makna, tetapi justru menunjukkan kemelimpahan makna. Banyaknya makna dalam sebuah bahasa akan memperkaya dan meningkatkan kecerdasan berbahasa. Polisemi dapat berupa … Lanjutkan membaca Aplikasi

Pos Lekat

Buku Kamus Belegug Ba(ng)sa Sunda, Karya Terbaru Pun Ihung

Sastrawan asal Majalengka Pun Ihung, menerbitkan buku puisi berbahasa Sunda dengan judul “Buku Kamus Belegug Ba(ng)sa Sunda (KBBS). Buku yang berjudul unik tersebut sudah dapat dipesan. Pemesanan dapat dilakukan melalui no HP/WA 083142008528 atau facebook Pun Ihung. “Insya Allah saya tulis dalam keadaan sadar dan tanpa tekanan pihak manapun. Menjelang Ramadan, kayaknya buku ini pas buat teman ngabuburit Anda,” tulis pengasuh komunitas Tarekat Sawahiyah Cianda … Lanjutkan membaca Buku Kamus Belegug Ba(ng)sa Sunda, Karya Terbaru Pun Ihung

Pos Lekat

Idola dalam Arena Polarisasi Politik

Kontes politik negeri ini telah memasuki grand final. Tiga pasang capres dan cawapres atau enam sosok akan bertarung habis-habisan pada Pilpres 2024. Karena pemenang dipilih oleh penonton, maka para calon akan berlomba menarik minat penonton untuk memilih mereka. Dengan sistem tersebut, maka tidak ada yang mampu memberi garansi siapa pemenangnya, kecuali ada permainan dari panitia lomba alias KPU. Sejatinya, pemenang adalah sosok yang paling mumpuni … Lanjutkan membaca Idola dalam Arena Polarisasi Politik

Pos Lekat

Tanjungkarang-Kertapati

apa yang paling dikenang jalan pada sepanjang malam? bukanlah nama, warna, dan cahaya tapi suara yang terus meraung sudah beratus-ratus tahun, suara itu riuh bersama jerit peluit dan gemeretak rel suara datang dari berbagai sudut, melaung dari tiap penjuru angin menempel pada gerbong dan jendela kereta itulah, suara romusha, yang peluhnya mengalir sepanjang rel yang tangisnya menetes pada tiap sodetan karet yang kulitnya tercabik tombak … Lanjutkan membaca Tanjungkarang-Kertapati

Pos Lekat

Hikayat Pelancong

ketika laut digelar, kekapal bersahutan di pelabuhan seketika tanah Melayu, kian ragu asal-usul ibu di sini hikayat telah berlalu lusinan musim dan mereka tak melupakan, hanya mencari kisah baru katamu, tuan rumah yang baik adalah pelayan tetiap tamu maka orang-orang bersedia di jalan, menebar kelakar dan menggelar depa demi depa nasib mereka “kami pribumi amat cinta tanah air, tapi jiran lebih acuh pada periuk nasib … Lanjutkan membaca Hikayat Pelancong

Pos Lekat

Public Sphere dalam Kasus Pernikahan Singkat Aceng Fikri

Oleh Jafar Fakhrurozi Kasus pernikahan singkat Bupati Garut, Aceng Fikri dengan Fani Oktora seorang remaja berusia 18 tahun menjadi pusat perhatian masyarakat dalam berapa bulan terakhir. Perhatian publik tersebut menjadi tanda telah dimulainya suatu proses apa yang disebut Jurgen Habermas sebagai public sphere. Di mana telah terbangun ruang diskursif yang massif di tengah masyarakat. Mengacu pada konsep Habermas, public sphere ini memimpikan suatu kondisi atau … Lanjutkan membaca Public Sphere dalam Kasus Pernikahan Singkat Aceng Fikri

Indonesia dalam Kontrol Gardu

Sebuah bangunan (arsitektur), dengan atau tanpa mempertimbangkan unsur estetiknya diyakini memiliki gagasan atau makna yang lebih dari sekedar fungsi fisiknya. Makna yang dihadirkan bisa jadi merupakan sebuah ideologi yang dibangun oleh kuasa secara sistematis. Bentuk pembacaan seperti ini hanya dapat dilakukan dengan pendekatan semiotika dan atau lebih luas lagi menggunakan cultural studies. Abidin Kusno, sang peneliti tata ruang telah banyak menghadirkan hasil penelitian mengenai makna-makna … Lanjutkan membaca Indonesia dalam Kontrol Gardu

Aku Tidak Hilang

Cerpen Jafar Fakhrurozi  “Aku tidak pernah hilang, seperti yang orang-orang katakan, aku cuma menghilang dari hadapan kalian. Jangan khawatir, Bung!”             Aku terjaga. Mataku terbelalak. Kaget dengan apa yang barusan kudengar. Suara lantang seorang lelaki yang sangat kukenali. Suara lelaki yang sudah bertahun-tahun membuat sibuk pikiran orang-orang. Keluarganya, aku, kawan-kawan sastrawan, aktivis HAM, masyarakat, dan sebagian pemerintah yang peduli. Kaukah itu? Oh, Aku tak yakin, … Lanjutkan membaca Aku Tidak Hilang

Pos Lekat

Mau dibawa Kemana Bahasa Indonesia?

oleh Jafar Fakhrurozi Di beberapa sekolah, menjelang dilangsungkannya Ujian Nasional (UN), siswa kelas 12 dilatih mengerjakan soal-soal Try Out. Hasilnya tentu saja beragam, dan bisa saja menjadi alat ukur sejauh mana kesiapan siswa dalam menghadapi UN. Tetapi ini mencengangkan, ketika hasil TO menunjukkan bahwa siswa memperoleh nilai kecil pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Padahal dari tingkat kesulitannya, semestinya bahasa Indonesia bisa mengungguli mata pelajaran lainnya. … Lanjutkan membaca Mau dibawa Kemana Bahasa Indonesia?

Pos Lekat

Ane dan Ente

oleh Jafar Fakhrurozi Dalam keseharian, banyak orang yang lebih senang menggunakan komunikasi popular tinimbang komunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia baku (bahasa yang baik dan benar). Hal itu wajar karena secara pragmatik, bahasa popular lebih banyak dikenal dan dipahami oleh masayarakat secara luas. Bahkan dalam secuil pengalaman yang menimpa saya. Orang-orang kerap heran dan sedikit protes terhadap saya dan kawan-kawan selingkung yang selalu menggunakan bahasa baku. … Lanjutkan membaca Ane dan Ente

KI JUNED

Carpon Ihung Itu kembang api. Meureun sabaraha jutaeun. Bebelesatan. Teu eureun-eureun. Ruhay. Langit hurung. Dor-dar oge, berecon. Tarompet. Aya dangdut. Cenah mah, Dewi Persik. Tapi ah males. Kacipta Tegalega, uyekna. Heurin usik. Komo mawa budak. Jung we Indungna, hayang ulin mah. Jung ka ditu, taun baruan. 2018. Naon bedana jeung 2011? Kieu-kieu keneh, hirup mah. Nagara sarua, teu aleucreug. Lain omong bohong kuring mah. Nyata. … Lanjutkan membaca KI JUNED

BETEKOK

Carpon Ihung Sigana, Bandung teh tereh kiamat. Jam sakieu geus hareudang. Isuk keneh. Mana beus pateteep, siga pindang. Jeung ieu ongkoh, jalma, elekesekeng wae. Usad-ised wae. Naon, hayang ngaantel-antel? Cunihin pisan. Geus puguh sakieu-kieuna. Hayang diuk tumaninah mah, nyarter taksi. Barina ge naon sih eta teh, ni nunjel kana cangkeng. Ngagenduk. Ih aing mah. Duh, geus jam salapan saparapat. Telat ieu mah. Geus  beus siga … Lanjutkan membaca BETEKOK

Menyelamatkan Anak Jalanan

Sebagai bentuk kesungguhan Indonesia dalam memajukan dan melindungi hak dasar anak khususnya atas pendidikan. Pemerintah Indonesia, telah melakukan upaya pemberdayaan baik secara konstitusional maupun institusional. Pemerintah Indonesia telah meratifikasi sejumlah instrumen internasional hak asasi manusia (kovenan, konvensi, dan perjanjian yang terkait) antara lain, dalam bentuk undang-undang dan keputusan presiden. Pemberdayaan secara institusional, dilakukan dengan pembentukan sejumlah lembaga atau komite yang berada dalam kewenangan negara maupun … Lanjutkan membaca Menyelamatkan Anak Jalanan

Benih Mawar di Halaman Siliwangi

PERTENGAHAN tahun 2009 lalu, ASAS meluncurkan antologi puisi berjudul “Sihir Terakhir” yang ditulis oleh para penyair berjenis kelamin perempuan. Tak ada penyair istimewa dari “Sihir Terakhir”. Dari 23 penulis, kecuali nama-nama seperti Dian Hartati dan Fina Sato yang sudah lumayan akrab di telinga kita, selebihnya, mereka adalah nama-nama yang sangat baru. Mereka serupa benih-benih mawar yang baru ditanam. Tapi betapapun itu, puisi senantiasa mempersembahkan makna … Lanjutkan membaca Benih Mawar di Halaman Siliwangi

Antologi Puisi Mengenang Moh. Wan Anwar “Berjalan Ke Utara”

Ada sekitar 113 penyair yang mengirim naskah puisi, namun setelah melalui tahap kurasi, akhirnya hanya 79 penyair yang masuk dalam antologi Berjalan Ke Utara ini. Antara lain Abdul Hadi-Lautnya Adew Habtsa-Obituari Adhy Rical-Tuhan Mencintaimu Adin-Menjelang Tidur Ahmadun Yosi Herfanda-Lelaki Tegar Amaturrasyidah-Suatu Pagi Kamu Mengunyah Lebah Anri Rachman-1. Bode Riswandi-Di Beranda Sajakmu Boedi Ismanto SA-Untuk yang Tercinta Budhi Setyawan-Bulan Sabit di Serang Deden Abdul Aziz-In Memoriam … Lanjutkan membaca Antologi Puisi Mengenang Moh. Wan Anwar “Berjalan Ke Utara”

Pos Lekat

Sesiahan

bulan masih terlihat tenang. padahal mimpi-mimpi tengah bergejolak, meluap dari ranjang malam. seperti laut di penghujung musim, selalu merindukan korban. dan lagu lipanglipangdang akan segera melaung. itukah? duh aku sedang gamang, sayang. sedih, kelu, dan gigil. aku masih ingat tembang seminung, yang kau tiupkan di sela-sela gaung, di antara jerit angin dan gelombang. di atas kapal yang lusuh, sungguh, asaku membumbung. ingin segera kutinggalkan rumah … Lanjutkan membaca Sesiahan

Menerawang Perang Israel VS Palestina di Indonesia

Kita semua patut berduka atas apa yang terjadi di Palestina. Setelah serangan teroris di Mumbai India yang menewaskan ratusan orang, kini lebih dari 400 jiwa melayang akibat serangan Israel terhadap Palestina. Sungguh akhir dan awal tahun yang menyedihkan. Betapa ironis juga, Desember lalu kita memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia (10 Desember). Terlebih lagi kita tahu bahwa Israel adalah karib Amerika, negara yang dianggap … Lanjutkan membaca Menerawang Perang Israel VS Palestina di Indonesia

Perlu(kah) Pengukuhan Penyair

SEJAK kapan penyair disebut penyair? Oleh siapa penyair disebut penyair? Adakah sebuah prosesi untuk mengukuhkan penyair? Awalnya saya berfikir, sangat naif jika harus bertanya hal itu. tetapi belakangan ini keponakan saya yang duduk di bangku SMP bertanya kritis sekali, “kok yang diajarkan di buku pelajaran bahasa Indonesia cuma sastra(wan) jaman dulu saja. Memangnya sastra di Indonesia mandeg sampai angkatan Acep Zamzam Noor ya?” Jujur saja … Lanjutkan membaca Perlu(kah) Pengukuhan Penyair

Pos Lekat

Budiono dan Budi Anduk

Oleh Jafar Fakhrurozi Beberapa waktu yang lalu, di beberapa ruas jalan utama Kota Bandung, terdapat bentangan spanduk bertuliskan “Say No to Budiono, Say Yes to Budi Anduk”. Di bawah tulisan tersebut tertera sebuah nama forum, menandakan identitas pemiliknya. Jelas itu bukan iseng, sebab di jaman krisis ekonomi seperti sekarang, mana mau orang membuang-buang uang untuk kepentingan yang tak jelas. Itu jelas spanduk propaganda. Sebuah respon … Lanjutkan membaca Budiono dan Budi Anduk

Kacapiring: Kulminasi Religiusitas Danarto

Oleh Jafar Fakhrurozi Di usianya yang hampir menginjak kepala tujuh, di luar dugaan Danarto masih memiliki tangan emas untuk merautkan cerita-ceritanya di atas kertas. Hal itu bisa kita lihat dan rasakan ketika membaca Kacapiring, antologi cerpen terbaru Danarto yang terbit pertengahan 2008 tahun lalu. Seakan ingin melanjutkan cerpen-cerpen sebelumnya, Kacapiring bagaikan lantunan lagu gambus yang lebih bijak dan berisi. Apa gerangan yang disampaikan Danarto dalam … Lanjutkan membaca Kacapiring: Kulminasi Religiusitas Danarto

Mati Sunyi dan Refleksi Cok Sawitri

Kita mengenal nama Cok Sawitri sebagai seorang perempuan yang berpikiran maju namun punya visi kedaerahan (adat) yang cukup kuat. Beberapa karyanya tak luput dari tema-tema yang berbau adat Bali sebagai kampung halamannya.   Salah satu cerpennya yang berjudul Mati Sunyi yang terhimpun dalam buku antologi cerpen terbaik KOMPAS 2004 Sepi Pun Menari di Tepi Hari, adalah salah satu cerpen terbaiknya, cerpen itu sekaligus menjadi refleksi … Lanjutkan membaca Mati Sunyi dan Refleksi Cok Sawitri

Konsep Pendidikan dalam Puisi Rendra

Dalam memandang sebuah persoalan, terlebih dalam karya yang dihasilkannya, seorang sastrawan saya yakin tidak asal bicara (baca:tulis), melainkan penuh konsep yang dapat dipertanggungjawabkan baik secara estetik maupun ilmiah. Kiranya hal itu telah ditunjukkan oleh almarhum W.S Rendra dalam sajak-sajaknya. Antologi puisi Rendra yang cukup fenomenal yang berjudul Potret Pembangunan dalam Puisi (Pustaka Jaya, 1996), tidak hanya menunjukkan ideologi dan keberpihakannya pada rakyat tertindas, akan tetapi … Lanjutkan membaca Konsep Pendidikan dalam Puisi Rendra

Sastra dan Keindonesiaan Kita

Sampai hari ini, sebagian besar dari kita meyakini dan mengakui bahwa kelahiran Budi Utomo 20 Mei 1908 adalah momentum kebangkitan nasional, parameternya terletak pada bangkitnya kesadaran segelintir bangsawan yang dicerdaskan di negeri penjajah. Apakah memang demikian tolak ukurnya? Bicara Nasionalisme adalah berbicara kesadaran bangsa untuk menghargai dan mencintai sekumpulan manusia dalam lokalitas tertentu untuk menuju bangsa yang diakui dan dihormati bangsa lain. Wacana itu muncul … Lanjutkan membaca Sastra dan Keindonesiaan Kita

Lelaki dalam Cerpen Khazanah 2007

SELAMA tahun 2007, rubrik “Khazanah” Pikiran Rakyat telah memuat kurang lebih 30 cerpen. Jumlah yang mampu menggambarkan bagaimana eksistensi dan konsistensi sastra koran di Jawa Barat. Keberadaan cerpen koran tersebut tentunya akan lebih berarti bagi perkembangan sastra kita jika direspons para kritikus sastra. Akan tetapi, melakukan kajian atau kritik sastra di koran, kita tak mungkin melakukannya secara komprehensif dan tak mungkin menjadikan keseluruhan cerpen sebagai … Lanjutkan membaca Lelaki dalam Cerpen Khazanah 2007

Bingkai: Sastra dan Cinta di Reruntuhan Kekuasaan

MENINGGALNYA mantan Presiden Suharto disambut beragam oleh masyarakat. Mereka yang berkabung, di koran, misalnya, selain foto-foto yang memperlihatkan tangis keluarga, kerabat, dan kroni-kroninya. Juga menampilkan gambar wajah-wajah dukacita dari sebagian rakyat kecil yang kadung mencintai Suharto. Namun dalam beberapa hari setelah masa kabung itu, demonstrasi massa mulai digelar di mana-mana, mereka menolak berkabung dan terus menuntut proses hukum atas kejahatan orang paling besar di Indonesia … Lanjutkan membaca Bingkai: Sastra dan Cinta di Reruntuhan Kekuasaan

Subuh adalah Ibu dari Kelelahan

di setiap persinggahan malam aku seperti pulang ke kampung kelahiran memahami subuh sebagai ibu dari puluhan tebing waktu subuh memberi batas usia pada setiap keasingan aku pun merasa senang meminang matahari di sebuah surau yang parau suaranya sambil membina pagi yang tak kunjung sepi di sini adzan seperti lagu putus cinta setiap larik syahadat adalah amsal para pemimpi dan kita tak lekas bangun mengemas kelelahan … Lanjutkan membaca Subuh adalah Ibu dari Kelelahan

Malam-malam Gambus

DAF semalaman, aku dilantuni gambus meski harus pening ulu hatiku diaduk kantuk dan dihajar lapar tapi gambus gundono, katamu mengingatkan kita tentang kehidupan pada sebuah kota di tengah pasar di mana, di sini nyawapun digelar dengan harga sekedar dan tangis, berbaris bagai pemudik mengusung malam pada mimpi yang pelik semalaman, kita khusu meramu alamat memainkan jemari di lekuk tubuh ibu sambil berharap, hujan datang di … Lanjutkan membaca Malam-malam Gambus

Malam di Salemba

di kamar sempit, kotor dan bau kami menyusun waktu membangun jalan-jalan dan jembatan kelak mungkin rel dan landasan pacu semua haru biru, dalam catatan sakuku besok kita berjalan sendiri-sendiri ya aku ke sana, kamu ke sini, dan kalian ke? kita menanam jalan, jalan memandu langkah langkah kita yang tergesa—selalu begitu akankah kita terus curiga bahwa hidup serupa musim dan kita bayangkan, daun-daun gugur berserak di … Lanjutkan membaca Malam di Salemba

Arsenal: Dari Musim Ini ke Panggung Dunia!

Rentetan hasil ciamik yang ditorehkan Arsenal FC musim ini menghadirkan satu kenyataan bahwa mereka sedang berada di jalur yang tepat. Konsistensi meraih poin, kemenangan krusial di laga besar, serta performa stabil dari pekan ke pekan menjadikan Arsenal kekuatan yang kian diperhitungkan. Tak pelak, Arsenal masih berada dalam trek perebutan trofi di berbagai ajang: Premier League, UEFA Champions League, FA Cup, dan EFL Cup. Dengan peluang … Lanjutkan membaca Arsenal: Dari Musim Ini ke Panggung Dunia!

Mencintai Sepak Bola di Usia Setengah Senja!

Ada masa dalam hidup saya ketika sepak bola adalah pusat dari segala kegembiraan. Sebagai anak yang lahir di era 80-an dan tumbuh di tahun 90-an, cinta saya pada sepak bola lahir dari Piala Dunia 1994—dengan warna, hiruk pikuk, dan aura global yang terasa begitu magis. Namun cinta yang benar-benar menetap, yang bertahan hingga hari ini, datang dari satu klub: AC Milan. Pada 90-an, Milan berdiri … Lanjutkan membaca Mencintai Sepak Bola di Usia Setengah Senja!

Menjelajah Budaya Nusantara Lewat Buku “Imajinasi Nusantara”

Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Indonesia (PSIK-Indonesia) bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI) dan FriedrichEbert-Stiftung (FES) Kantor Perwakilan Indonesia menerbitkan buku berjudul Imajinasi Nusantara: Budaya Lokal dan Pengetahuan Tradisional dalam Masyarakat Indonesia Kontemporer. Buku bunga rampai yang dicetak Juni 2021 menampilkan upaya anak muda Indonesia dari berbagai latar belakang untuk melestarikan dan mempromosikan adat istiadat, ritual, … Lanjutkan membaca Menjelajah Budaya Nusantara Lewat Buku “Imajinasi Nusantara”

Presentasi Peta Digital Tradisi Lisan Lampung di BRIN

Pada 21-22 Februari 2023 lalu, saya mengikuti “International Conference on Language and Literature Preservation” di Gedung BRIN, Jakarta Selatan. Saya mempresentasikan hasil kajian sekaligus gagasan proyek preservasi tradisi lisan Lampung. Dalam kegiatan ini saya berkolaborasi dengan rekan sealmamater, dosen IT Sampurna Dadi Riskiono. Kami menyajikan sebuah produk berupa purwarupa aplikasi peta digital tradisi lisan Lampung. Alhamdulillah, kami sempat berfoto Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra … Lanjutkan membaca Presentasi Peta Digital Tradisi Lisan Lampung di BRIN

Hidup dalam Penolakan : Mengenang Pramoedya Ananta Toer

Tiada yang menyangka, bahwa seorang anak yang menamatkan bangku SD selama sepuluh tahun kemudian menjadi penulis besar. Tak ada juga yang menyangka bahwa seorang penulis besar di Indonesia mengalami nasib yang amat tidak beruntung. Itulah Pramoedya Ananta Toer, seorang pengarang kelahiran Blora, 6 Februari 1925. Pengarang paling produktif di Indonesia ini semasa hidupnya menulis lebih dari 200 novel. Jumlah yang amat fantastis mengingat hidupnya banyak … Lanjutkan membaca Hidup dalam Penolakan : Mengenang Pramoedya Ananta Toer