:Ihung
sudah kuputuskan
hidup di antara jalanan sobek
lebih baik tinimbang
hidup linglung di kampung
sebab aku ingin keresahan
menumpuk sampah di ujung penaku
menulis segala yang malang
seperti malam di sampingku
gadis-gadis berjejer di buai rel
di sela-sela dada mereka
rembulan tersembul
adakah wajahmu di sana?
tersenyum manis sepanjang malam
inilah semua ketakutan itu
pernah tergambar di bangku-bangku suram
masa lalu. tentu tak ada dalam buku-buku
tapi biarlah
aku akan renta di persimpangan
setia menghitung kemungkinan
sampai hujan kering,
dan tanah tak lagi butuh peziarah
lupakanlah!
Cianda-Jakarta, 2009
menarik juga jalan2 ke blognya…