di setiap persinggahan malam
aku seperti pulang ke kampung kelahiran
memahami subuh sebagai ibu dari puluhan tebing waktu
subuh memberi batas usia pada setiap keasingan
aku pun merasa senang meminang matahari
di sebuah surau yang parau suaranya
sambil membina pagi yang tak kunjung sepi
di sini adzan seperti lagu putus cinta
setiap larik syahadat adalah amsal para pemimpi
dan kita tak lekas bangun mengemas kelelahan
kita malah puas merawat kekalahan
aku memahami subuh sebagai pelabuhan
di mana kita istrirahkan kegagalan
lalu dalam hitungan rakaat angin
kita harus segera berpamitan
berjabat tangan dan lekas berangkat
mengaji matahari di tepian hati
menanam rembulan di ladang-ladang perjalanan
menuju pelaminan di kesehajaan rumahmu
2006