di kamar sempit, kotor dan bau
kami menyusun waktu
membangun jalan-jalan dan jembatan
kelak mungkin rel dan landasan pacu
semua haru biru, dalam catatan sakuku
besok kita berjalan sendiri-sendiri ya
aku ke sana, kamu ke sini, dan kalian ke?
kita menanam jalan, jalan memandu langkah
langkah kita yang tergesa—selalu begitu
akankah kita terus curiga
bahwa hidup serupa musim
dan kita bayangkan, daun-daun gugur
berserak di ranjang, semalaman
aw, alangkah celaka mimpi kita
mari, kita kemasi prahara ini
hidup tak lebih dari dua pilihan
dan kamar ini, hanyalah awal
dari sekian ketakutan
2009